Mengenal Filter UV CPL ND dan Graduated

Berikut ini kita akan berkenalan dengan 4 jenis filter lensa kamera dan fungsinya, UV, CPL, ND dan Graduated filter. Juga diberikan panduan untuk memilih filter lensa yang baik dan tepat guna.

Filter lensa sangat penting bagi fotografer landscape dan merupakan suatu keharusan tapi juga dapat digunakan untuk foto sehari-hari untuk menghasilkan foto dengan saturasi warna yang lebih baik.

1. Filter UV

Filter UV (ultra violet) tidak menghasilkan efek apa-apa, hanya digunakan untuk melindungi lensa. Zaman film kamera, filter UV diperlukan untuk menyaring sinar UV dari matahari agar dihasilkan warna foto yang lebih dalam. Saat ini fungsi tersebut sudah di tanam pada kamera digital. Jadi lebih baik beli filter protector yang didesain khusus untuk proteksi lensa. Filter yang baik tidak mengubah warna, sangat bening dan tidak menghasilkan pantulan sinar atau ghosting di lensa.

2. Filter CPL atau Circular Polarizer Filter

Filter CPL fungsi utamanya adalah membelokkan sinar pada sudut tertentu. Efek dari CPL adalah mengurangi pantulan sinar pada obyek, misalnya mobil di bawah terik matahari warnanya lebih dalam tidak menyilaukan. Bayangan pada kaca toko atau kaca mobil atau air di danau jadi samar dan membuat kesan transparan. Langit dan awan menjadi lebih berwarna. Itu lah kenapa filter CPL sangat diperlukan untuk landscape/pemandangan dan arsitektur.

Kelemahan dari CPL adalah sedikit mengurangi cahaya yang masuk ke lensa, tapi tidak signifikan. Filter CPL dioperasikan dengan memutar-mutar bagian cincinnya hingga menghasilkan belokan sinar yang kita inginkan. Cara penggunaan filter CPL yang benar adalah cukup dengan memutar hingga indikator filter (biasanya cat bulatan putih) searah dengan letak matahari atau sumber cahaya utama; Tentu harus disesuaikan dengan kondisi lapangan. Filter CPL yang baik dapat berfungsi pada contoh yang sudah diberikan di atas tanpa mengubah warna dan hanya mengurangi kontras foto seminimal mungkin. Bisa dites dengan memutar-mutarnya dan melihat hasilnya dengan mata tanpa perlu memasangnya di lensa, filter ini dapat membuat cahaya dari monitor atau pantulan sinar dari kaca jadi gelap/terhalang sama sekali.

3. Filter ND (Neutral Density)
Filter ND berfungsi untuk mengurangi cahaya yang masuk ke lensa alias menggelapkan foto. Cukup aneh ya? Bukannya makin terang makin baik? Ok, pada kondisi terang benderang fotografer bisa saja ingin tetap mengontrol cahaya yang terekam pada foto dan sengaja membatasi atau bahkan menghilangkan sama sekali sinar matahari kemudian menggantinya dengan lampu dan strobist; atau diperlukan diafragma besar misal f2.8 untuk menghasilkan bokeh.

Filter ND dengan sifatnya yang menahan cahaya, sangat penting untuk membuat efek foto motion/gerakan. Fotografer menggunakannya untuk air terjun atau sungai untuk menghasilkan foto air yang halus, istilahnya silky dan juga merekam motion awan sehingga foto terlihat hidup; Karena fungsinya yang sangat khusus filter ND jarang digunakan oleh pemula. Filter ND memiliki rating, misalnya ND4, ND8, ND32, ND100. Filter ND yang bagus tidak mengubah warna, hanya menurunkan intensitas cahaya beberapa stop sesuai ratingnya.

Berikut ini adalah tabel rating filter ND, yang biasa digunakan adalah ND4 dan ND8. Filter ND dapat ditumpuk untuk lebih menggelapkan foto bila perlu.

Densitas 0.3 0.6 0.9
Rating ND2 ND4 ND8
Pengurangan f stop 1 2 3

Perhatikan bahwa setiap merk filter menggunakan penomoran tersendiri, misalnya filter B+W dan Tiffen menggunakan nomor densitas untuk menentukan tipe filter ND-nya sedangkan Hoya menggunakan nomor rating.

4. Filter Graduated atau Gradasi Warna
Filter graduated sudah pasti berwarna, biasanya satu warna yang digradasikan dari pekat hingga total bening di setengah bagian filter. Filter ini berfungsi untuk memberikan warna pada sebagian foto. Biasa digunakan di landscape untuk menghasilkan warna langit yang lebih baik. Filter gradasi dengan fitur ND disebut GND (Graduated Neutral Density). Warna yang populer adalah hitam, biru dan kuning. Dalam penggunaannya, filter graduated bisa ditumpuk dengan filter CPL.

Ukuran Filter
Setiap lensa memiliki ukuran filter tersendiri dalam satuan diameter mm dan tidak semua lensa mendukung pemasangan filter. Biasanya ada bagian ulir di bagian depan terluar lensa yang disebut filter thread untuk memasang filter. Saat membeli filter pastikan ukurannya sesuai dengan spek lensa.

Bentuk Filter
Filter sebagian besar berbentuk bulat, namun ada juga yang kotak dan dilengkapi adapter tempat memasangnya di luar lensa. Filter kotak biasanya harganya lebih mahal dan digunakan profesional untuk menciptakan foto pemandangan yang penuh warna. Filter kotak juga lebih fleksibel karena tidak terhalang oleh ukuran filter yang dibutuhkan lensa.

Fitur dan Material Filter
Harga filter sangat dipengaruhi oleh fitur, material dan presisinya. Kualitas kaca yang digunakan dan fitur anti debu, anti air dan gampang dibersihkan mempengaruhi harganya. Lapisan kimia pada kaca untuk melindungi filter atau mengurangi cahaya yang mengganggu juga membuat sebuah filter jadi makin mahal; persis seperti lensa.

Rekomendasi Merk Filter
Buat pemula gunakan Hoya dan Marumi, fotografer yang lebih serius gunakan B+W, Tiffen dan Singh-Ray. Tapi ingat, belum tentu harga filter dari merk kelas atas pasti lebih mahal dibanding kelas di bawahnya karena fitur dan material filter itu sendiri.

Filter Palsu
Saat ini berhati-hatilah membeli filter karena banyak yang palsu. Pastikan kamu membeli dari distributor resmi atau toko kamera terpercaya. Filter palsu harganya cenderung jauh lebih murah dan cetakan teks pada filter kurang rapi. Sedangkan kotak atau kardus pada filter kurang dapat dijadikan patokan karena bisa jadi filternya palsu tetapi kotak dan stikernya asli; kecuali terdapat nomor serial yang sama antara kotak, stiker dan filter.

Jadi miliki lah filter sesuai kebutuhan dan jangan pernah membeli filter abal-abal karena hanya mengurangi kualitas foto. Selamat berburu filter!

Beritahu teman segera!